Total Tayangan Halaman

Minggu, 08 Januari 2012

KKN (Kaliliang-kaliliang Kamang Nihh…) part I

Dahulu kala, waktu aku masih semester empat dan kakak-kakak kost aku pergi KKN semua, aku gak sabar banget buat nunggu setahun berikutnya.. aku juga pengen KKN.. itu rengekku waktu itu. Tapi ternyata, tanpa di duga, ketika detik-detik keberangkatan aku menuju lokasi KKN di nagari kamang hilia kecamatan kamang magek kabupaten Agam, tiba-tiba saja aku gak pengen ada KKN. Aku mw di kampus ajaa, main bareng teman2. Dan ku gunakan lah berbagai macam alasan.. anak ekonomi tuh gak perlu KKN….!!! Mw ngapain di sana???? Yang perlu tuhh Cuma anak pertanian sama peternakan. Itu pembelaan dari nurani ku yang paling dalam tanpa bermaksud untuk mendiskreditkan anak pertanian dan peternakan. Hahahah…….
Tapi akhirnya aku berangkat juga ke kamang itu.. di lepas oleh rintik hujan yang membasahi bumi seolah tak rela melepasku dari kota padang ini (lebay.com) dan ku bawa lah si Popo, monyet hitamku yang selalu setia mendampingiku lebih kurang 10 tahun terakhir. Aku gak peduli teman-teman baru ku mau bilang apa. Yang penting aku dan popo tak boleh berpisah.. J
Beberapa jam kemudian sampailah aku di Kamang. Kami tinggal di padang sawah, jorong nan tujuah. Pas masuk rumah, rumahnya kayu.. bagus lahh biar ga dingin2 amat. Hahha.. dan akhirnya ku temukan kejutan pertama… jreng…jreng… begitu aku masuk kamar mandi yang setengahnya bertapkan langit dan setengah lagi beratapkan seng. Aku melihat di sana ada sebuah sumur, tergeletak dengan polosnya.. tanpa katrol apalagi mesin sanyo.. hanya ada sebuah ember sederhana lengkap dengan talinya… huaaa… harus nimba???? Aku kan gak bisa??? Lalu, otak manusia ku pun mulai berpikir apa yang harus ku lalukan. Dan jalan satu-satunya yang ku temukan aku harus belajar menimba air.. tapi alhamdulillahh yaa.. (dengan gaya syahrini) akhirnya aku  bisa menaklukkan sumur itu. Aku bisa nimbi air.. horreee…
Lalu sore hari nya datang lah kejutan ke dua. Inyiak jorong datang ke rumah, dan bilang “ diak, dek tabek kariang, untuak samantaro wc yo ndak bisa di pakai do, numpang c lahh k rumah anak cowok dl dihh” toing..toing.. aku langsung lemas.. aku kan biasa “melapor” tiap bangun pagi.. dan akhirnya aku memang harus berjalan ke rumah gadang tempat anak cowok itu tinggal setiap pagi dan membangunkan mereka dengan biadab nya. Hahhaha (tapi kalian senang kan, di kunjungi pagi-pagi???) hahha… untunglah.. tuhan  memang sangat baik, hujan mengguyur bumi kamang selama beberapa hari sehingga si tabek depan rumah itu penuhlahh, dan kami bisa bo*er sesuka hati.
Hari-hari berikutnya mulai menyenangkan. Kami pergi ke kantor wali nagari dan bertemu lahh dengan inyiak wali tersayang yang sangat baik. Lalu ada juga ibu ida, yang sayang banget sama kamii.. dan mulailah kami berkenalan dengan ketua pemuda Kamang hilia (yang baru belakangan kami ketahui ternyata bukan ketua) tapi ya sudahlahh.. otak kami sudah terlanjur menyimpan namanya sebagai ketua pemuda. #Hahhaha peace om.
Lalu di sela-sela program kerja kami berjalan-jalan mengelilingi kamang hilia khususnya, kecamatan kamang magek secara umumnya, dan bukittinggi secara luasnya.. pertama-tama kami mendaki bukik baka. Weits… jalannya nyaris 900 tapi untung aku bisa menaklukkannya dan sampai di atas dalam rombongan kloter pertama. Hahahah (sombong) gendut-gendut gini ternyata aku kuat jugaa.. JJJ
Jalan-jalan ke dua kami rame-rame ke bukuttingi layaknya tris asing yang lagi liburan musim panas di Indo. Tak lupa kami mengunjngi lobang jepang (Japanese Tunnel) dan dengan songongnya pake seorang tour guide. Hahhaha.. lalu kami foto-foto sama badut di jam gadang, dan kami yang cewek tanpa ragu dan bimbang enak-enak aja meluk tuh badut. Pasti cowok di dalemnya kesenangan kami peluk. Wkwkwkw.
Lalu, jalan-jalan ke tiga, kami mengunjuni sanak saudara se almamater di kamang magek dan juga kamang mudiak. Yang kamang magek sihh okee, rumah oke, fasilitas oke, sayang banyak kuburannya. Hahahha. Lalu, berangkatlah kami ke kamang mudiak, pake motor, ternyata saudara-saudara kami di sana di letakkan di sebuah jorong di atas bukit tak bersinyal… thanks god, tempat kami jauh lebih baik. Perjalanan ke sana benar-benar menguras tenaga dan daya juang pantat sangat di perlukan.
Singkat cerita sudah beberapa minggu kami di sini. Kami betahhh…. Sebelum pulang kampung menjelang ramadhan kami menyempatkan diri mengunjungi beberapa objek wisata. Yaitu ngalau tarang dan tarusan kamang.
Ngalau tarang itu berupa goa batu tapi yang anehnya memang terang. Hahah.. karena masih banyak cahaya matahari yang masuk. Hanya beberapa bagian saja yang tidak mendapatkan cahaya matahari. Karena hari sudah beranjak sore maka kami melanjutkan perjalanan menuju tarusan kamang. Tarusan ini kayak padang golf yng luaasss… tapi gak serapi padang golf sihh.. dan konon ceritanya di sini ada kisah cinta pemuda tampan dan putri cantik jelita yang saya yakin 100 % hanya cerita fiktif belaka karangan sang ketua pemuda.  Hahahahahahahah. #peace lagi om. Dan malam hari nya kami makan malam di simpang biaro. Akhirnya keluar malam lagi setelah sekian minggu jadi anak baik-baik. J
Seruu kan “liburan musim panas” ku kali ini (baca:KKN) tunggu cerita selanjutnya dalam KKN part II. Akan ada cerita jalan-jalan selanjutnya dan juga dan percik-percik cinta lokasi yang mulai bermunculan. hahhahaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar