Diwisuda dari universitas andalas pada tanggal 26 mei 2012, sejak saat itu aku merasa masa aku menjadi seorang sudah berakhir. masa-masa orang tuaku harus bertanggung jawab penuh terhadap hidupku berakhir sampai di sana. saat mereka sudah membekali ku dengan selembar ijazah dan setumpuk ilmu dalam kepala, inilah saatnya ku melangkah dengan kaki ku sendiri, memulai kehidupan baruku secara lebih mandiri.
Aku yang notabene anak mami harus bisa keluar dari cangkang kenyamanan ku demi masa depan ku sendiri. Mulailah aku mengadu nasib ke ibukota. mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan asuransi jiwa milik asing sudah membuatku mampu hidup mandiri. akn tetapi jalan takdirku memberikan sesuatu yang lebihku sukai, bekerja di industri asuransi juga tapi kali ini di salah satu perusahaan plat merah alias BUMN. yups.. enam bulan saja aku bekerja di CIGNA, sampai april 2013. dan kemudian aku melanjutkan jejak langkah masa depan ku di PT. ASKRINDO (persero). dan sekarang aku di tempatkan di Banda Aceh.
Itulah bagaimana kehidupan tak pernah bisa prediksi. walaupun aku berasal dari kotadi sumatra juga, tak pernah terbayang di benakku untuk menginjakkan kaki apalagi bekerja di kota serambi mekah ini. apalagi setelah peristiwa pilu 26 Desember 2004, sama sekali aku tak pernah membayangkan akan berada di sini.
Banda Aceh, kota d ujung barat pulau sumatra ini jauh berbeda di banding yang selama ini aku pikirkan. Apalagi dengan image aceh selama ini terutama pasca Tsunami dan juga konflik yang ada, Banda aceh itu tidak seperti yang mereka bilang. yahh, that what i feel right now. Banda Aceh itu aman, sangat aman rasanya, tanpa ada kekhawatiran akan kecopetan dan juga tindakan kriminal lain. kotanya begitu tenang, agak sepi sebenarnya di bandingkan padang saja cukup jauh berbeda.
tapi satu hal lagi, di sini panas menyengat. perpaduan panas matahari dan sepoi2nya angin laut, membuat kulit kita gosong tanpa tersa. hahahah.. 2 minggu saja d sini rasanya udah item banget... :(
okayy.. sampai d sini dulu yaa.. ntar kita cerita2 lagi gimana aceh itu dalam pandangan saya.
MyLifeMyStory
Untuk semua cerita yang terukir dalam hidup ku, bersama orang-orang yang pernah hadir dan mengisi hari-hari ku.
Total Tayangan Halaman
Senin, 16 September 2013
Minggu, 08 Januari 2012
Aku ingin menjadi edelweiss
Aku ingin menjadi edelweiss
Yang cantik dalam keserdehanaan
Menjadi teman bagi ilalang dan rerumputan
Yang indah di pandang
Tapi tak terjamah sembarang tangan
Aku ingin menjadi edelweiss
Perlambang sebuah rasa
Yang sering di sebut orang sebagai “cinta”
Yang suci dan abadi
Yaa…
Aku mencoba menjadi edelweiss
Untuk lelaki yang telah di gariskan tuhan menjadi jodoh ku
Aku ingin ia tangan pertama yang menyentuh ku,
Lalu membawa ku pulang ke rumah nya
Untuk di jadikan teman di sisa hidup nya
Aku tak ingin menjadi bunga lain
Apa pun itu
Yang walau cantik tapi bisa tumbuh di mana saja
Dan semua tangan bisa menjamah nya
Hanya untuk mereka buang kembali ketika ia mulai layu
Edelweiss berbeda..
Setiap orang yang memiliki nya
Akan menyimpan nya
Meskipun ia sudah layu kekuningan
Ia tetap cantik di pandang
Dan masih setia menghiasi sudut ruang di sebuah rumah
Note:
This poem to someone became my first and the only one man in my live
I don’t know who is he, but I believe he is the best one
That God send to guard and love me in the rest of my life
KKN (Kaliliang-Kaliliang Kamang Nihh…) Part II
Pertama-tama penulis mau menyampaikan permohonan maaf untuk semua FANS penulis yang sudah menantikan kelanjutan kisah ini. Karena kesibukan penulis sebagai mahasiswa tahun akhir, “maengak-engak”, dan juga kesibukan penulis sebagai calon penulis terkenal (hahahhahaha) membuat penulis terpaksa menunda penulisan kisah kuliah kerja nyata alias Student Community Service yang telah penulis laksanakan dari tanggal 10 juli 2011 sampai dengan 13 agustus 2011. Okee, sekarang mari kita lanjutkan sebuah kisah klasik untuk masa depan. Check it out….!!! >>>Intro gak penting. Wkwkwkwk
KKN alias kuliah kerja nyata yang pada dasarnya merupakan bentuk bakti mahasiswa selaku manusia terdidik terhadap masyarakat, akan tetapi pada kenyataan nya kita lebih banyak melakukan KKN (Kaliliang-kaliliang Kamang Nihh) daripada kegiatan inti yang sebenarnya di perintahkan Kampus. Hal ini terjadi karena kondisi demografi masyarakat di Kamang yang sudah sangat baik sehingga rasanya ini tidak layak di sebut tempat KKN yang biasanya identik dengan suasana desa sebagai Remote Area yang masih jauh tertinggal. Tapi dari lubuk hati terdalam penulis dan juga teman-teman senagari sangat bersyukur di tempatkan di sini. Karena kami tidak perlu bekerja terlalu keras dan bisa menjadikan program ini sebagai program liburan kami pribadi. Hahahahah #devilLaugh
Lebih kurang 34 hari kebersamaan kita tentu saja menimbulkan banyak cerita yang kan menjadi kenangan. Setiap hari selalu bersama membuat aku merasa kalian tidak lagi sebatas “teman satu team” untuk menyelesaikan tugas kampus. Tapi kalian membuatku merasa memiliki sebuah keluarga baru. Yeahh.. We Are Family. 13 anak manusia yang datang dari latar belakang keluarga dan culture yang berbeda, dengan disiplin ilmu yang berbeda pula menjadikan kita sebagai sebuah “Team” yang solid>>berdasarkan mata kuliah leadership. wkwkw
13 nama dengan 13 karakter yang berbeda. Mungkin pada awalnya kita merasa tak sanggup untuk menerima semua perbedaan itu. Tapi pada kenyataan nya kita bisa Tem. Conflict dalam sebuah team itu hal yang biasa, dan kita pun mengalami nya. Tapi kita bisa membuktikan kalau kita bisa>>>wae wae oo kita bisa…
Di mata kalian, mungkin aku adalah anak aneh, bawa2 boneka monyet, gendut tapi imut, wkwkw… berisik > pasti yang menyukai suasana tenang seperti Ade merasa dongkol pada awal nya. Kekanak2an dan juga Pangambok > cek uda Amrul. Hahaha… tapi toh kalian bisa menerima aku sebagai bagian dari “keluarga” ini. Lalu penulis mungkin akan sedikit membahas kalian di mata penulis. Tapi ini sifatnya hanya subjective, jadi tolong jangan di masukkan hati.
Ade, ketua nagari kita yang Cool. Pada awalnya aku pikir anak forum, ehh ternyata mantan anak Tsanawiyah. Pantesan agak alim yaa >> jan kambang lo iduang de. Hahah… ade pada awalnya aku pikir kurang bisa di andalkan jadi ketua nagari karena dari suara2 senior yang aku dengar ketua itu sebaik nya tipe anak yang sedikit badung / tipe anak Barak (sehingga akan memudahkan komunikasi dengan pemuda2 setempat). Tapi, guess what?? kedekatan logat dan bahasa Kamang dengan kampung Ade di Candung bisa memudahkan komunikasi kami dengan masyarakat setempat>> jadi ingat “makasi nyiak lah maagiah kami makan jo MINUN” hahahah… Keahlian ade dalam berpantun membuat amak-amak dan inyiak-inyiak nagari Kamang Hilia terpesona dengan keahlian Ade dan mungkin saja dalam hati berniat menjadi kan ade sebagai menantu. Wkwkw Dan sampai sekarang ade masih bisa membuktikan eksistensinya sebagai ketua nagari yang baik dan benar.
Lalu ada Adit, mahasiswa jurusan Fisika yang seperti nya bercita-cita menjadi Einstein. Dari awal, adit yang orang jawa besar di minang ini menunjukkan sisi ke jawa an nya. Hahah.. pembawaan nya yang enak, dan cepat akrab dengan kami yang cewek2. Belum lagi, dengan sifatnya yang tidak suka “memerintah” (seperti kata2 baiknya gorengan ni tarok di piring lah. Sedangkan cowok yang lain bakal langsung bilang masukin lah ke piring gorengan ni..) seperti kebanyakan laki2 minang membuat kami cewek2 dengan kadar Ego yang tinggi lebih merasa senang> terutama calon bu dokter kita yang paling senang. Hahahahahah…. Pertahankan dit.
Amrul, yang satu ini penulis kira pada awal nya juga anak forum. Tapi ternyata eh ternyata tontonannya Bubble Pop. Hahah.. amrul yang di pikir juga cool, ternyata boco. Dan akhir2 ini entah kenapa menjadi galau #peaceAmrul
Rezki, cowok mandailing ini sesuai dengan asal nya agak keras, tapi hati nya baik kok. Yo nak pak… jan ka sawah se anak ko di ajak, sekali2 baok lah ke Mall.. whahaha… mahasiswa fakultas peternakan yang selama KKN selalu membahas pupuk cair. Ahahahahah..
Lalu cowok terakhir dari keluarga kami Rifki. Mahasiswa Hukum ini tinggi besar, tapi ternyata dia manja jugaa.. hahahahahaha… GPP ki. Pertahankan.
Lalu mari kita beralih ke barisan cewek-cewek manis nagari kamang Hilia.
Ami, one piaman yang satu ini adalah lawan penulis selama di kamang. Cewek jurusan ilmu politik yang bersuara nyaring ini sering menyebutkan kat-kata yang salah sehingga penulis tergelitik untuk selalu menyanggahnya. Tiada hari tanpa perdebata kami rasa nya. Hahaha..
Lalu ada nini, cewek yang satu ini kalo udah ngomong ssatu napas semua nya sehinngga kami rasanya yang sesak nafas ketika nini selesai bicara. Menantu orang farmasi ini enak di ajak ngobrol, dan selalu ngomong apa ada nya. Kalau gak suka dia langsung bilang.
Putri, yang ini teman satu jurusan penulis tapi kami baru kenal di lokasi KKN. Cewek suka senyum ini kadang2 suka panikan. Putri ini rajin bgt bersih-bersih rumah, apalagi kalo ada duet maut nya si Rina. Dua orang yang selalu mengusir penulis dan tika pucuk yang masih bermalas2an di kasur kami yang gak empuk. Hahahaha….
Lalu ini dia si Rina. Mahasiswi jurusan kimia ini kalem, gak banyak omong n lebih suka bersih2 rumah. Dan satu hal yang gak bisa penulis lupakan, kalau ngomong mendesah… whahahahahahahhahahaa..
Rita, yang ini rajin masak. Cewek asal tabek patah ini juga rada-rada pendiam dan sedikit sensitive. Kalau bisa sensitive nya di kurangin yaa ta.. soalnya kalo ketemu orang kayak aku bakal makan ati terus, gak bakal ngudeng kalo kamu sakit ati. Whahahah…
Lalu kita bahas calon ibu dokter kita. Tika pucuk. Yang ini sihh duet maut aku membuat kehebohan di rumah kita. Entah kenapa manusia satu ini bisa bermetamorfosis dari cewek jutek, songong, jadi ketularan aku yang suka bikin heboh. Ahahahaha..
Dan yang terakhir si Vivi pucuk. Cewek itam manis ini juga rada aneh. Di satu sisi dia terlihat sangat dewasa tapi di sisi lain dia juga bisa manja (beda banget sama penulis yang di lihat dari sisi manapun tetap aja kaya’ anak2). Yang ini juga sekutu penulis dalam menghabiskan air sumur, sehingga rina dan putri mandi tinggal kerak2 aja.. wkwkwk #soryPut,Na
Sekali lagi penulis tekankan, hal2 di atas hanyalah pemikiran subjective penulis saja, jd jangan di masukkan hati.
Lalu betapa banyak nya masyarakat kamang yang juga menjadi keluarga baru kita. Inyiak wali nagari yang baik hati dan penyayang, inyiak jorong yang baik, ibuk ida, kak wen, dan perangkat nagari kamang hilia lainnya dan juga ibuk nur beserta fitri dan sari yang telah membuat kami merasa di terima di negri orang yang tak kami kenali ini. Om Fai yang sudah serasa abang/ oom kami sendiri. Thanks for make us feel like home.
Kisah kita yang 34 hari itu punya sejuta warna. Ada marah, kesal, tidak suka, tapi ada juga bahagia, canda, tawa, dan haru pada akhirnya. Ya keharuan di akhir kebersamaan singkat kita. Jika pada awalnya kita datang dengan perasaan sedikit terpaksa, lagi-lagi di akhirnya kita juga pergi dengan perasaan sedikit terpaksa untuk berpisah. Dan mungkin juga ada rasa-rasa lain yang timbul dari kebersamaan kita.
Semoga kita nanti bertemu lagi di waktu yang tidak salah, merupakan salah satu rasa itu. Yahh, mari kita doa kan saja. Hahahahaah…… Mungkin hanya sedikit itu “rasa lain” yang bisa penulis bahas di sini. karena membahas cerita-cerita lainnya mungkin akan membuat beberapa pihak tersaakiti, jadi cukup kita simpan di dalam memory kita kisah itu ;) Satu yang harus kita ingat “KITA ADALAH KELUARGA” please keeps our family relationship.
Ini ada sebuah tulisan singkat yang aku tulis di hari terakhir kita di kamang. Yang aku tulis di sela2 membuat laporan yang harus rampung dan juga nutrijel yang harus di buat. Tulisan nemu di note HP yang masih ke save.
“Today will be my last day on Kamang Hilia. Tomorrow I’ll go back to real life as a final year student. I’ll miss you Kamang. So much memory is engraved here. New life lesson that I get.
Attempted to unify the 13 heads with different backgrounds, and try to understand each other with their respective uniqueness.
Thanks for the warm welcome from the Nagari Kamang Hilia. Bapak wali nagari who acted as warm as my own father, also to inyiak jorong Nan Tujuah. Ibuk Nur (as ibuk kost) and her children Fitri and Sari, inyiak jorong Joho who have a very cute son named Rayhan. Hahahahha… then, to Om fai who was like our brother here. Thanks for everything.
And especially to all personnel KKN Kamang Hilia, I’ll never forget our 34 day togetherness. 24 hours a day we are always together. Please keep all this in our memory.”
Banyak kisah indah kita, yang akan jadi cerita untuk anak cucu kita kelak. Apa yang penulis bisa tuliskan di dalam cerita ini hanyalah sepersekian dari cerita kita yang sebenarnya. Sesungguhnya kisah ini tak kan pernah berakhir, tapi takdir hanya mempertemukan kita sekejap. Kini kita lebih di sibukkan dengan kegiatan masing2 dan juga tuntutan sebagai mahasiswa tahun akhir yang harus segera lunas terbayar. Mungkin takdir akan membuat jalan hidup kita bersisian lagi pada masa yang akan datang dan kisah ini akan penulis lanjutkan kembali. Jadi hari ini penulis Cuma ingin menuliskan
T A M A T
KKN (Kaliliang-kaliliang Kamang Nihh…) part I
Dahulu kala, waktu aku masih semester empat dan kakak-kakak kost aku pergi KKN semua, aku gak sabar banget buat nunggu setahun berikutnya.. aku juga pengen KKN.. itu rengekku waktu itu. Tapi ternyata, tanpa di duga, ketika detik-detik keberangkatan aku menuju lokasi KKN di nagari kamang hilia kecamatan kamang magek kabupaten Agam, tiba-tiba saja aku gak pengen ada KKN. Aku mw di kampus ajaa, main bareng teman2. Dan ku gunakan lah berbagai macam alasan.. anak ekonomi tuh gak perlu KKN….!!! Mw ngapain di sana???? Yang perlu tuhh Cuma anak pertanian sama peternakan. Itu pembelaan dari nurani ku yang paling dalam tanpa bermaksud untuk mendiskreditkan anak pertanian dan peternakan. Hahahah…….
Tapi akhirnya aku berangkat juga ke kamang itu.. di lepas oleh rintik hujan yang membasahi bumi seolah tak rela melepasku dari kota padang ini (lebay.com) dan ku bawa lah si Popo, monyet hitamku yang selalu setia mendampingiku lebih kurang 10 tahun terakhir. Aku gak peduli teman-teman baru ku mau bilang apa. Yang penting aku dan popo tak boleh berpisah.. J
Beberapa jam kemudian sampailah aku di Kamang. Kami tinggal di padang sawah, jorong nan tujuah. Pas masuk rumah, rumahnya kayu.. bagus lahh biar ga dingin2 amat. Hahha.. dan akhirnya ku temukan kejutan pertama… jreng…jreng… begitu aku masuk kamar mandi yang setengahnya bertapkan langit dan setengah lagi beratapkan seng. Aku melihat di sana ada sebuah sumur, tergeletak dengan polosnya.. tanpa katrol apalagi mesin sanyo.. hanya ada sebuah ember sederhana lengkap dengan talinya… huaaa… harus nimba???? Aku kan gak bisa??? Lalu, otak manusia ku pun mulai berpikir apa yang harus ku lalukan. Dan jalan satu-satunya yang ku temukan aku harus belajar menimba air.. tapi alhamdulillahh yaa.. (dengan gaya syahrini) akhirnya aku bisa menaklukkan sumur itu. Aku bisa nimbi air.. horreee…
Lalu sore hari nya datang lah kejutan ke dua. Inyiak jorong datang ke rumah, dan bilang “ diak, dek tabek kariang, untuak samantaro wc yo ndak bisa di pakai do, numpang c lahh k rumah anak cowok dl dihh” toing..toing.. aku langsung lemas.. aku kan biasa “melapor” tiap bangun pagi.. dan akhirnya aku memang harus berjalan ke rumah gadang tempat anak cowok itu tinggal setiap pagi dan membangunkan mereka dengan biadab nya. Hahhaha (tapi kalian senang kan, di kunjungi pagi-pagi???) hahha… untunglah.. tuhan memang sangat baik, hujan mengguyur bumi kamang selama beberapa hari sehingga si tabek depan rumah itu penuhlahh, dan kami bisa bo*er sesuka hati.
Hari-hari berikutnya mulai menyenangkan. Kami pergi ke kantor wali nagari dan bertemu lahh dengan inyiak wali tersayang yang sangat baik. Lalu ada juga ibu ida, yang sayang banget sama kamii.. dan mulailah kami berkenalan dengan ketua pemuda Kamang hilia (yang baru belakangan kami ketahui ternyata bukan ketua) tapi ya sudahlahh.. otak kami sudah terlanjur menyimpan namanya sebagai ketua pemuda. #Hahhaha peace om.
Lalu di sela-sela program kerja kami berjalan-jalan mengelilingi kamang hilia khususnya, kecamatan kamang magek secara umumnya, dan bukittinggi secara luasnya.. pertama-tama kami mendaki bukik baka. Weits… jalannya nyaris 900 tapi untung aku bisa menaklukkannya dan sampai di atas dalam rombongan kloter pertama. Hahahah (sombong) gendut-gendut gini ternyata aku kuat jugaa.. JJJ
Jalan-jalan ke dua kami rame-rame ke bukuttingi layaknya tris asing yang lagi liburan musim panas di Indo. Tak lupa kami mengunjngi lobang jepang (Japanese Tunnel) dan dengan songongnya pake seorang tour guide. Hahhaha.. lalu kami foto-foto sama badut di jam gadang, dan kami yang cewek tanpa ragu dan bimbang enak-enak aja meluk tuh badut. Pasti cowok di dalemnya kesenangan kami peluk. Wkwkwkw.
Lalu, jalan-jalan ke tiga, kami mengunjuni sanak saudara se almamater di kamang magek dan juga kamang mudiak. Yang kamang magek sihh okee, rumah oke, fasilitas oke, sayang banyak kuburannya. Hahahha. Lalu, berangkatlah kami ke kamang mudiak, pake motor, ternyata saudara-saudara kami di sana di letakkan di sebuah jorong di atas bukit tak bersinyal… thanks god, tempat kami jauh lebih baik. Perjalanan ke sana benar-benar menguras tenaga dan daya juang pantat sangat di perlukan.
Singkat cerita sudah beberapa minggu kami di sini. Kami betahhh…. Sebelum pulang kampung menjelang ramadhan kami menyempatkan diri mengunjungi beberapa objek wisata. Yaitu ngalau tarang dan tarusan kamang.
Ngalau tarang itu berupa goa batu tapi yang anehnya memang terang. Hahah.. karena masih banyak cahaya matahari yang masuk. Hanya beberapa bagian saja yang tidak mendapatkan cahaya matahari. Karena hari sudah beranjak sore maka kami melanjutkan perjalanan menuju tarusan kamang. Tarusan ini kayak padang golf yng luaasss… tapi gak serapi padang golf sihh.. dan konon ceritanya di sini ada kisah cinta pemuda tampan dan putri cantik jelita yang saya yakin 100 % hanya cerita fiktif belaka karangan sang ketua pemuda. Hahahahahahahah. #peace lagi om. Dan malam hari nya kami makan malam di simpang biaro. Akhirnya keluar malam lagi setelah sekian minggu jadi anak baik-baik. J
Seruu kan “liburan musim panas” ku kali ini (baca:KKN) tunggu cerita selanjutnya dalam KKN part II. Akan ada cerita jalan-jalan selanjutnya dan juga dan percik-percik cinta lokasi yang mulai bermunculan. hahhahaha
Langganan:
Komentar (Atom)